SHARE

istimewa

CARAPANDANG.COM - Tim boling Indonesia termotivasi untuk mencapai hasil terbaiknya dengan status sebagai tuan rumah 55th QubicaAMF Bowling World Cup 2019 di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Pelatih Kepala Boling Indonesia, Gatot Arya Nugroho di Palembang, Senin, mengatakan Indonesia mengandalkan peboling Ryan Leonard Lalisang pada kategori putra dan Shinta Ceysaria pada kategori Putri.

"Ryan sudah sering ikut QubicaAMF bahkan pernah juara tiga, sementara Shinta memang baru pertama kali mengikuti QubicaAMF World Cup, mereka pasti akan mengerahkan kemampuan terbaiknya di rumah sendiri," ujar Gatot.

Menurut dia dua pemain tersebut harus bersaing ketat dengan 152 peboling lainnya dari 76 negara, terutama dari Australia yang menurunkan kembali pemainnya Sam Cooley dengan status juara bertahan.

Ryan dan Shinta, kata dia, dipilih untuk mewakili Indonesia berdasarkan hasil seleksi pada Kejurnas Soetopo Cup di Palembang Oktober 2019, namun keduanya sudah mulai pemusatan latihan sejak Juli 2019 karena juga masuk tim untuk SEA Games Filipina.

"Sebelumnya mereka dengan pemain lainnya sempat mengikuti Asian Tenpin Bowling Championship di Kuwait (Oktober), hasilnya Indonesia dapat dua perak dan empat pemain lolos kualifikasi, tentu raihan itu menjadi motivasi tambahan pada QubicaAMF World Cup kali ini," jelasnya.

Tim Indonesia akan mulai mengarungi babak kualifikasi pada hari ini di Venue Bowling Komplek Olahraga Jakabaring, selama empat hari keduanya harus mengumpulkan poin untuk lolos ke 24 besar.

Sementara peboling Putri Indonesia, Shinta Ceysaria, mengatakan akan berupaya memberikan hasil terbaik meski baru pertama kali terjun pada QubicaAMF.

"Saya telah mengumpulkan apapun untuk pertandingan kali ini, baik fisik, mental, dan teknik, tentu saja demi membawa harum Indonesia yang kali ini menjadi tuan rumah," kata Shinta.

55th QubicaAMF Bowling World Cup yang dikuti 77 negara akan berlangsung 16-24 November 2019 di Venue Bowling Jakabring Palembang .

SHARE