SHARE

Istimewa

CARAPANDANG.COM -  Tokoh pendiri PDI Perjuangan  di NTT, Frans Lebu Raya mengecam aksi pembakaran bendera PDIP dalam unjuk rasa di Jakarta untuk menolak Rancangan Undang-Udang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

"Sebagai kader PDIP bahkan pendiri partai ini di NTT, saya terusik dan bahkan marah dengan oknum-oknum yang melakukan aksi itu," ujarnya di Kupang, Jumat.

Dia mengatakan bahwa dirinya mengaku betul-betul memahami bahwa PDIP sejak awal didirikan merupakan partai nasionalis dan berideologi Pancasila.

Untuk itu, Mantan Ketua DPD PDIP NTT empat periode itu menegaskan saat dikaitkan bahwa PDIP merupakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang merupakan partai terlarang di Indonesia maka hal itu merupakan bentuk provokasi untuk memecah belah persatuan anak bangsa. "Kami PDIP yang berjuang dengan landasan Pancasila dan akan tetap menjaga Pancasila. Kami bukan PKI," katanya menegaskan.

Lebih lanjut dia kembali menegaskan bahwa para kader PDIP tidak akan terprovokasi dengan aksi pembakaran bendera tersebut. Pihaknya mendorong agar aksi ini diselesaikan melalui jalur hukum karena menurut dia sejarah telah membuktikan dan mengajarkan kepada para kader PDIP untuk harus taat hukum. "Ketua Umum kami ibu Megawati Soekarnoputri selalu mengajarkan kepada kami untuk taat pada hukum," katanya.

Tags
SHARE