Pemprov NTT Apresiasi Kemenlu RI Pulangkan PMI Yang Bebas Dari Hukuman Mati Di Malaysia

SHARE

Istimewa


CARAPANDANG.COM -  Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI berhasil memulangkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTT Wilfrida Soik yang terbebas dari ancaman hukuman mati di Malaysia.

Kerja Kemenlu RI mendapatkan  apresiasi dari Pemprov NTT yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi. "Saya selaku Pemprov dan mewakili masyarakat NTT berterima kasih kepada Kemenlu  yang telah melakukan segala upaya dan kerja keras membebaskan saudara kita Wilfrida Soik," ujarnya di Kupang, Jumat (21/5). 

Josef Nae Soi menyampaikan hal tersebut dalam  pertemuan dengan Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI Andy Rachmianto dalam rangka menandatangani Berita Acara Serah Terima WNI/PMI yang terbebas dari hukuman mati Wilfrida Soik untuk selanjutnya menjadi tanggung jawab Pemerintahan Provinsi NTT.

Dia memberikan apresiasi atas upaya diplomasi terhadap kasus Wilfrida Soik yang didakwa membunuh majikannya dilakukan melalui diplomasi perlindungan antarpemerintah Indonesia dengan Malaysia.

Selain itu, bantuan hukum selama masa persidangan dan bantuan advokasi melalui pemantauan juga dilakukan oleh KPP-PA serta pihak non pemerintah Migrant Care yang memberikan perhatian khusus kepada kasus ini melalui perjalanan advokasi yang panjang terhitung sejak Desember 2010 sampai dengan 2015. "Kita berterima kasih atas semua upaya berbagi pihak ini hingga akhirnya saudara kita Wilfrida Soik terbebas," katanya.

Keberhasilan ini, kata dia merupakan kontribusi dari Indonesia melalui pemerintah dan berbagai pihak non-pemerintah yang berkaitan dengan pembebasan Walfrida Soik. Pembebasan Wilfrida Soik berdasarkan kepada keputusan hukum dari Pengadilan di Malaysia yang tidak bisa diganggu gugat, katanya.

Nae Soi mengatakan selanjutnya pemerintah provinsi melalui dinas terkait akan memfasilitasi pemulangan Wilfrida Soik dari Kupang ke kampung halamannya di Kabupaten Belu. "Selain itu juga untuk membantu pemulihan Walfrida Soik selama di kampung halamannya," ujarnya. 

Dia juga berharap banyak PMI lain juga bisa terbebas dari hukuman mati dan mendapat kebebasan yang sama seperti saudara Walfrida Soik.