Asal Usul Kata Lebaran

SHARE

Istimewa (Net)



CARAPANDANG -  Kata lebaran bagi masyarakat Indonesia dikaitkan dengan hari raya Idul Fitri. Kata tersebut memiliki makna kembali suci usai menjalankan ibadah puasa menahan nafsu selama satu bulan penuh  dan saling memaafkan. 

Lantas apakah benar kata lebaran  murni hanya  dikaitkan dengan  hari raya Idul Fitri? atau kata ini sudah akrab digunakan sejak dulu sebelum digunakan oleh umat Islam di Indonesia?. 

Seperti disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Endang Aminudin Aziz bahwa kata lebaran sudah dituturkan sejak dulu, dan tidak hanya digunakan sebatas oleh umat Islam di Indonesia. 

Namun, seiring berjalannya waktu kata lebaran mengalami penyempitan makna. 

"Kata Lebaran selanjutnya mengalami penyempitan hingga merujuk pada selesai puasa Ramadan selama 29-30 hari yang dirayakan dengan Idul Fitri," jelas Prof Endang, Rabu (27/4). 

Dia menjelaskan bahwa banyak versi yang menjelaskan asal usul dari kata Lebaran.  Ada yang menjelaskan bahwa kata tersebut berasal dari salah satu bahasa yang berkembang di Jawa yaitu, bahasa Kawi yang artinya selesai atau tuntas.

Dan makna tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan orang Hindu usai melakukan Upawasa. Tradisi upawasa ini merupakan akar kata puasa dalam bahasa Indonesia yang telah mengalami perubahan morfologis.

"Upawasa dikaitkan dengan menahan lapar haus sesuai tradisi Hindu. Di Islam ada kebiasaan serupa yang disebut shaum atau puasa," jelasnya dikutip dari detik.com. 

Dalam tradisi Hindu, Upawasa diakhiri dengan sebuah perayaan sebagai simbol menyelesaikan tugas atau niat dalam melakukan tradisi tersebut. Hal inilah yang kemudian disebut dengan Lebaran.

Di samping itu, kata Prof Endang, asal usul kata Lebaran juga berasal dari bahasa daerah lain. Seperti, asal kata dari bahasa Jawa Kuno yang artinya tuntas atau tidak ada tuntutan. "Dari bahasa Sunda yang artinya selesai. Ada juga lebur yang artinya hancur. Merujuk pada hancurnya dosa-dosa setelah puasa," terang dia.