Berolahraga Semakin Leluasa, Sinyal Menuju Endemi?

SHARE

Indonesia



CARAPANDANG - Sejumlah pelonggaran pembatasan yang dilakukan di Indonesia merupakan tahapan transisi menuju endemi. Pun begitu bagi anak, olah fisik dibutuhkan bagi tumbuh kembangnya secara optimal. Maka kabar gembira dengan kebijakan pemerintah Republik Indonesia untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka disambut baik. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker.

Anak pun semakin leluasa untuk berolahraga di ruang publik. Di antaranya bagi anak usia 6 s.d. 12 tahun dapat berolahraga di area Ring Road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jika telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama, serta didampingi orang tua, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Adapun jam operasional Ring Road SUGBK pada jam 05.00-22.00 WIB. Kebijakan tersebut juga seiring kebijakan PPKM Level 1 yang berlaku di kawasan Jakarta.

Berolahraga semakin leluasa, sinyal menuju endemi, hal tersebut bisa ditafsirkan dari unggahan akun Instagram Presiden RI Joko Widodo pada hari Minggu (12/6/2022) ini. Sembari mengusung tema “Ayo Berolahraga!”, terlihat Jokowi sedang bersepeda tanpa masker melintasi Istana Kepresidenan Bogor lalu ke daerah Kebun Raya Bogor. Disajikan dalam bentuk ilustrasi juga terlihat masyarakat yang sedang minum, rebahan di padang rumput, serta berfoto bersama. Dalam ilustrasi tersebut masyarakat beraktivitas di ruang terbuka tanpa masker.

Kode dan pertanyaan mengenai kapan kiranya Indonesia akan mengumumkan Covid-19 memang masih mengapung. Di antaranya Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan memberi sinyal masih wait and see dulu selama dua bulan ini, jika semuanya berjalan lancar, maka 17 Agustus dapat menjadi hari pengumuman tersebut.

Mari kita lihat dan berharap semoga Covid-19 yang telah meluluhlantakkan segala sendi ini akhirnya diproklamirkan sebagai endemi.