IDI Berkolaborasi dengan Profesi Kedokteran untuk Tingkatkan Pemantauan Penularan Cacar Monyet

SHARE

istimewa



CARAPANDANG.COM - Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berkolaborasi dengan organisasi-organisasi profesi kedokteran untuk meningkatkan pemantauan kasus penularan penyakit cacar monyet.

??????"Kami berkolaborasi dengan enam organisasi profesi untuk meningkatkan kemampuan dokter agar meningkatkan kewaspadaan terhadap monkeypox (cacar monyet)," kata Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar IDI Hanny Nilasari dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Jakarta, Jumat.

Organisasi profesi yang berkolaborasi dengan IDI dalam pemantauan penularan cacar monyet antara lain Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia.

"Kami melalui organisasi profesi segera melaporkan apabila menemui kasus terduga, meskipun belum terkonfirmasi, minta agar melaporkan ke Dinkes," kata Hanny.

Pada 2 Agustus 2022, Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar IDI telah menyampaikan rekomendasi ke seluruh pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan cacar monyet.

Satuan Tugas juga mempublikasikan temuan kasus agar masyarakat awam bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan cacar monyet serta segera melapor jika mengalami atau mendapati orang dengan gejala serupa cacar monyet.

"Kami mendukung dilakukan contact tracing (pelacakan kontak) apabila ada kasus dugaan monkeypox. Tenaga kesehatan juga diminta memakai alat pelindung ketika menangani pasien," kata Hanny.

Menurut dia, salah satu faktor risiko yang perlu diamati adalah kepulangan jamaah haji dari Arab Saudi.
 

Halaman : 1