Senjata Nuklir dan Dugaan Vladimir Putin sedang Tidak Stabil

SHARE

carapandang.com | Vladimir Putin


Dalam dunia militer dikenal istilah "second-strike capability" atau kemampuan membalas serangan nuklir, dan "first-strike capability".

Serangan pertama bisa saja menghancurkan pusat-pusat peluncuran nuklir statis, tapi mustahil menghancurkan semua peluncur mobile seperti kapal selam dan pesawat pembom. Padahal inilah inti dari "second-strike capability".

Keyakinan ini pula yang membuat semua rezim nuklir di dunia mengambil posisi defensif dalam soal penggunaan senjata nuklir, termasuk Rusia.

Impulsif

Mustahil pula sebuah serangan nuklir tak berbalas. Apalagi berbeda dari Perang Dunia II di mana hanya AS yang menguasai senjata nuklir, kini ada sembilan negara memiliki senjata nuklir.

Dan mereka acap berseberangan dalam banyak hal sehingga jika perang nuklir sampai terjadi, mereka bakal saling menembakkan senjata nuklir yang dampaknya buruk terhadap seisi dunia.

Salah satu yang paling mengerikan adalah situasi yang disebut "nuclear winter" (musim dingin nuklir) atau berubah buruknya iklim global secara drastis karena perang nuklir.

Nuclear winter adalah asap dari kebakaran akibat senjata nuklir, terutama asap hitam jelaga dari kota-kota dan fasilitas-fasilitas industri yang dipanaskan Matahari untuk kemudian terangkat ke stratosfer guna menyebar ke seluruh dunia serupa racun. Dan keadaan ini berlangsung bertahun-tahun.

Saat ini total 13.080 hulu ledak nuklir tersebar di seluruh dunia, dan terpasang pada rudal-rudal yang diluncurkan dari silo, peluncur mobile di darat, bomber, dan kapal selam.

Rusia menjadi pemilik terbanyak dengan 6,257 hulu ledak nuklir, disusul AS 5.550 hulu ledak nuklir, China 350, Prancis 290, dan Inggris 225.

Kelima negara menandatangani pakta anti penyebaran senjata nuklir atau NPT, sedangkan empat negara lain pemilik total 460 hulu ledak nuklir tak meneken NPT. Keempatnya adalah Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara.

Kebanyakan rudal memuat lebih dari satu hulu ledak nuklir. Sebuah peluru kendali antarbenua (ICBM) bahkan bisa membawa enam sampai sepuluh hulu ledak nuklir.

Bayangkan jika semua hulu ledak nuklir itu ditembakkan. Ratusan juta manusia bisa mati dan peradaban serta pencapaian-pencapaian umat manusia musnah dalam sekejap.

Halaman : 1