COVID-19 Dunia: Shanghai "Nol COVID" Sementara Tai Dikecam Senator AS

SHARE

COVID-19

CARAPANDANG - Berikut ini adalah ringkasan berita tentang COVID-19 dari seluruh dunia.

- Pejabat Shanghai, China mengatakan pada Rabu (11/5/2022), separuh wilayah kota itu telah mencapai status "nol COVID", tetapi pembatasan tanpa kompromi tetap diberlakukan menurut kebijakan nasional yang disebut "tak berkesinambungan" oleh kepala WHO.

- Delegasi enam senator AS yang dipimpin partai Demokrat mengecam penanganan Perwakilan Dagang AS Katherine Tai dalam negosiasi hak kepemilikan intelektual vaksin COVID-19. Mereka mengatakan Tai tidak berkonsultasi dengan mereka.

- Unit perawatan kesehatan General Electric mengatakan pihaknya telah menambah produksi pewarna untuk pemindaian dan pengujian medis di pabriknya di Irlandia dan mengirimkannya via udara untuk membantu mengatasi kelangkaan yang disebabkan oleh penutupan pabrik di Shanghai.

- Unggahan PBB di Weibo tentang komentar kepala WHO bahwa kebijakan nol COVID-19 China tidak berkesinambungan, dihapus dari media sosial China itu pada Rabu pagi sesaat setelah disiarkan.

- China berisiko mencatat lebih dari 1,5 juta kematian akibat COVID-19 jika pemerintahnya mencabut kebijakan nol COVID-19 yang ketat tanpa perlindungan apa pun, seperti mempercepat vaksinasi dan akses ke pengobatan, menurut permodelan baru yang dibuat ilmuwan di China dan Amerika Serikat.

- Pengembang vaksin BioNTech menyelesaikan uji klinis Tahap II vaksin COVID-19 di China pada Januari tetapi belum merilis hasilnya, menurut catatan pendaftaran uji klinis pada Selasa.

- Pertumbuhan ekonomi Malaysia kemungkinan meningkat pada kuartal terakhir, dipicu oleh permintaan yang lebih tinggi setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan, tetapi perlambatan yang berkepanjangan di China bisa membawa efek lanjutan yang signifikan, menurut survei Reuters.

- Wabah COVID-19 di China menekan konsumsi kobalt, nikel dan litium di negara itu dengan menghambat sektor transportasi dan memangkas produksi baterai, kata perusahaan riset Antaike.

- Kenaikan harga bahan bakar dan makanan berpotensi memicu kerusuhan sipil yang "tak terhindarkan", terutama di negara-negara berkembang dengan pendapatan menengah seperti Brazil dan Mesir, menurut laporan sebuah konsultan risiko.




TERPOPULER

RAGAM