Ibas: Regulasi Impor Beras Merugikan Petani Indonesia

SHARE

Istimewa

CARAPANDANG.COM -  Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyalurkan program kawalan alat panen "combine halvester" untuk petani.  Bantuan ini diharapkan bisa memberikan semangat modernisasi pertanian di Indonesia.   

“Semoga bantuan program kawalan alat panen combine ini bisa menjadi semangat modernisasi untuk pertanian kita," katanya  dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (31/7).

Politisi Partai Demokrat ini berharap melalui program ini akan memberikan semangat baru kepada masyarakat di tengah  kondisi perekonomian yang sulit. Melalui program ini dia juga berharap ke depan hasil panen semakin baik. 

"Tentu hasil akhirnya lebih untung dengan adanya nilai tukar petani yang berkeadilan," harapnya.

Politisi yang akrab disapa Ibas ini mengatakan bahwa pertanian merupakan sektor dengan peluang berkembang tertinggi pada masa pandemi. Perkembangan pertanian tanah ini diakui banyak negara.

Salah satu bentuk pengakuan, kata dia, adalah dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan FAO atau Badan Pangan Dunia 2021--2024.

Sayangnya, kata dia,meski tengah berkembang pesat, kenyataannya petani masih dihadapkan dengan sejumlah masalah, seperti daya beli melemah, berkurangnya lahan garapan, hingga infrastruktur yang belum memadai di sejumlah wilayah.

Selama ini, Edhie Baskoro Yudhoyono dikenal sebagai sosok yang pro-petani negeri, di berbagai kesempatan, ia dengan tegas menolak impor beras. Ibas menyebutkan regulasi impor beras tidak memberikan keuntungan petani. Sebaliknya, malah merugikan karena petani harus bersaing dengan harga beras yang relatif lebih murah.

Hal itu, menurut dia, kenyataannya bisa lebih murah karena produksi beras para importir menggunakan banyak alat canggih yang memangkas jam dan biaya pertanian.

Berlandaskan alasan itu, Ibas kembali menyalurkan bantuan alat tani pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI serentak di Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan sebagai langkah terus mendukung makmurnya petani negeri. Bantuan tersebut merupakan hasil kawalannya dari program combine harvester Komisi IV DPR RI.

Ibas menyampaikan bahwa dirinya memahami duka dan ketakutan yang sedang dialami rakyat. Akan tetap, dirinya berharap para petani tidak patah semangat dalam bertani karena para petani adalah sosok di balik ketahanan pangan negeri.

“Saya berharap, walaupun hati kita sedih dan prihatin, tolong jangan menggoyahkan semangat sedoyo poro gapoktan untuk tanam, panen pertanian, nggih. Sangat penting dan diperlukan untuk ketahanan pangan kita. Monggo kita sareng-sareng, bahu membahu menyusun kembali harapan dan perjuangan untuk masyarakat yang adil dan makmur,”ujarnya. 



TERPOPULER

RAGAM