Ini Dampak Buruk Terlalu Lama Menggunakan Keyboard

SHARE

Istimewa

CARAPANDANG.COM- Di era modern saat ini, bekerja dengan komputer dan laptop serta mengetik pakai keyboard telah menjadi rutinitas. Bahkan banyak orang-orang yang sudah fasih mengetik menggunakan jari-jarinya tanpa perlu melihat keyboard, cukup menatap layar saja.

Meskipun sudah terbiasa menggunakan keyboard, jangan lupa untuk mengistirahatkan tangan dan tubuh Anda. Karena penggunaan keyboard yang terlalu lama dan terus menerus dapat menyebabkan masalah pada pergelangan tangan Anda. Salah satunya adalah sindrom saluran karpal atau carpal tunnel syndrome.

Dikutip dari emc.id, sindrom saluran karpal merupakan kondisi yang disebabkan peningkatan tekanan pada saraf yang melewati bagian depan pergelangan tangan atau saraf median Anda. Saraf median ini adalah saraf utama yang membuat tangan bisa merasakan sesuatu. Saraf tersebut melewati ruang sempit di pergelangan tangan sehingga disebut sebagai saluran karpal.

Sindrom saluran karpal biasanya dialami oleh orang yang melakukan berbagai pekerjaan secara berulang-ulang dengan tangannya. Misalnya, bekerja dengan menggunakan keyboard komputer dalam waktu lama, ditambah dengan postur tubuh yang tidak baik. Selain itu, beberapa kegiatan yang dilakukan terlalu intens dan lama, seperti mencengkeram objek dengan erat, mengunakan ponsel, dan memegang koran juga dapat memperbesar risiko terkena sindrom saluran karpal.

Gejala-gejala yang dapat dirasakan apabila terkena sindrom saluran karpal, yaitu mati rasa dan kehilangan fungsi tangan, lalu kesemutan di sekujur tangan Anda. 

Tidur dan aktivitas Anda akan sering terganggu karena rasa nyeri dan rasa terbakar pada jari-jari tangan Anda. Jika hal tersebut terjadi, Anda dapat meredakan gejala tersebut dengan mengguncangkan tangan Anda keras-keras lalu menjaga pergelangan tangan Anda dengan penyangga saat tidur. Agar kondisi tersebut tidak semakin parah, jagalah postur tubuh Anda dan hindari aktivitas yang meningkatkan tekanan di sekitar saraf median Anda.

Penanganan sindrom saluran karpal ini salah satunya bisa dilakukan melalui pengobatan, seperti pengobatan non steroid anti radang, vitamin B6 dengan dosis tinggi, dan injeksi steroid di sekitar saraf. Sayangnya, meski dapat membantu meredakan nyeri, tetapi efek pengobatan tersebut bisa jadi hanya bersifat sementara.

Apalagi solusi pengobatan tidak memberikan perubahan yang besar dan tidak ada tanda-tanda sembuh, Anda berkonsultasi untuk melakukan tes saraf dan perlu tidaknya dilakukan operasi. Karena, apabila Anda mengalami sindrom saluran karpal, salah satu penyembuhannya adalah dengan prosedur operasi. Dalam hal ini, dilakukan pemotongan jaringan saraf yang menyempit untuk mengurangi tekanan di saraf secara permanen.

Bedah Minimal Invasif

Bagi Anda yang diharuskan melakukan operasi, kini tidak perlu merasa takut atau khawatir karena saat ini sudah ada penanganan yang lebih efektif dan minim risiko melalui bedah minimal invasif. Teknik bedah minimal invasif ini dilakukan dengan cara memberikan sayatan satu sentimeter di pergelangan tangan Anda dan dipandu dengan alat-alat khusus yang canggih dan memiliki kamera video untuk melihat permasalahan pada saraf dengan jelas. 

Untuk tindakan operasi, Anda bisa memilih rumah sakit modern yang mengusung tagline Transforming Healtcare Experience. Rumah sakit ini memiliki para dokter bedah berpengalaman dan dilengkapi peralatan modern. Daftar konsultasi dan kunjungan kini tak hanya dapat dilakukan melalui telp, aplikasi chat, tetapi juga dapat melalui website.

Sebelum tindakan operasi dimulai, dokter anestesi akan memberikan bius lokal kepada Anda untuk menghalangi nyeri pada pergelangan tangan Anda, tetapi Anda akan tetap terbangun saat prosedur berlangsung. Kemudian dokter bedah akan memotong ligamen kencang atau flexor retinaculum yang membentuk atap carpal tunnel. Hal Ini dilakukan untuk membebaskan saraf dari tekanan. Teknik bedah minimal invasif ini hanya menimbulkan luka yang sangat kecil, sehingga minim risiko dan komplikasi.

Pemberian bius lokal akan memungkinkan dokter untuk dapat terus berkomunikasi dengan Anda saat pembedahan dan memastikan tidak adanya gangguan pada saraf, karena dokter bedah dapat meminta Anda menggerakkan tangan untuk memeriksanya.

Selain minim risiko, proses pemulihan bedah minimal invasif juga jauh lebih cepat dibandingkan dengan bedah terbuka atau konvensional. Dengan begitu, Anda dapat pulang dan beraktivitas lebih cepat setelah operasi selesai.  Meski begitu, masih ada sedikit rasa sakit dan kelemahan yang berlangsung dalam satu hingga dua bulan pada tangan Anda. 

Jadi, setelah melakukan bedah minimal invasif, jangan lupa untuk menjaga kondisi tangan dan biarkan tangan Anda diperban selama dua hari. Kemudian, latih jari-jari, siku, dan bahu Anda dengan peregangan lembut untuk mencegah kekakuan pada tangan.

Untuk mengembalikan kondisi tubuh Anda lakukan olahraga secara teratur sesuai anjuran dokter. Sehingga mengetahui aktivitas fisik yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta pemulihan bisa berjalan lancar.



TERPOPULER

RAGAM