Mengenal Prinsip Follow the Money

SHARE

Ilustrasi


CARAPANDANG.COM – Jika menilik teori dari Klitgaard maka corruption = diskresi pejabat (discretion of official) + monopoli kekuasaan (monopoly of power) – accountability. Diskresi ini dapat berupa pemberian hak istimewa kepada kerabat, rekanan, atau perusahaan sendiri. Diskresi ini yang membuat buhul dari kata korupsi dapat bertalian dengan kolusi dan nepotisme. Sedangkan monopoli juga memungkinkan membiaknya korupsi. Pada masa Orde Baru hak monopoli menyebabkan Pertamina dan Bulog menjadi lahan basah. Monopoli yang dilakukan dari hulu-hilir (Pertamina) dan monopoli dalam stabilisasi harga pangan (Bulog) menyebabkan korupsi membiak dan subur di kedua lembaga tersebut. Pada poin accountability maka dapat dilihat bagaimana korupsi dapat membiak di lembaga yang laporan keuangannya disclaimer. Dengan audit yang dilakukan oleh kantor akuntan publik maka meminimalisir korupsi. Dikarenakan akan terdata titik-titik mana yang bermasalah dalam laporan keuangan dari satu lembaga.

Jika Anda pernah membaca hasil liputan dari dua wartawan yakni Carl Bernstein dan Bob Woodward yang berhasil membongkar korupsi tingkat tinggi di Amerika Serikat. Presiden Nixon akhirnya mengundurkan diri dikarenakan skandal watergate. Hal yang tak terlepas dari upaya investigasi dari kedua wartawan dari The Washington Post yakni Carl Bernstein dan Bob Woodward. Prinsip utama yang dilakukan oleh Carl Bernstein dan Bob Woodward adalah follow the money. Dengan prinsip follow the money maka akan terpetakan arah uang mengalir kemana-mana saja. Jika dikaitkan dengan era reformasi, maka korupsi dapat terkurangi dengan akuntabilitas dari masing-masing lembaga negara. Kalaupun terjadi korupsi maka ada peran PPATK yang akan menelusuri aliran dana korupsi telah mengalir kemana saja. PPATK akan mendedah dengan menggunakan prinsip follow the money.