Reshuffle Kabinet Jokowi

SHARE

Reshuffle Kabinet Jokowi

Kocok Ulang Kabinet Indonesia Maju

Dimulai dari unggahan official YouTube Sekretariat Presiden yang memuat Sidang Kabinet Paripurna pada Minggu (28/6), jagat maya mendadak ramai dipenuhi “bisik-bisik” perombakan kabinet. Pasalnya, video berdurasi 10 menit 20 detik tersebut mengungkap kekesalan Presiden Jokowi atas kinerja para menterinya yang tak cepat merespons dampak persebaran pandemi Covid-19. Bila hingga akhir September tetap tak ada perubahan ke arah yang lebih baik, Jokowi tak segan akan melakukan reshuffle sejumlah menterinya.

Salah satu menteri yang menjadi sorotan utama bagi sebagian pihak adalah Mendikbud Nadiem Makarim. Kinerjanya dianggap belum cukup maksimal dalam menghadirkan solusi bagi terlaksananya pendidikan jarak jauh akibat pandemi. Justru, sejumlah pemberitaan yang mengemuka belakangan ini, mempertontonkan beberapa kebijakan yang kontroversial dan tak memiliki sensitifitas atas merebaknya wabah Covid-19, seperti halnya pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP) yang dinilai sarat kepentingan sejumlah pihak.

Selain itu, menteri-menteri yang lain juga belum tampak ada terobosan program untuk menangani Covid-19 ini. Tak pelak, bila video tersebut, sengaja diunggah oleh kantor kepresidenan supaya menjadi “peringatan” bagi kabinet Jokowi untuk cepat berbenah. Sebab, jika tidak, Covid-19 akan menjadi ancaman yang nyata bagi tata kelola ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor kebangsaan yang lain.

Hingga saat ini saja, sudah lebih dari 187 ribu orang lebih yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia. Meski angka kesembuhan juga tinggi mencapai 134 ribu orang, namun korban yang meninggal dunia juga fantastis sebanyak 7.832 orang (Senin, 7/9). Problem ini baru pada aspek kesehatan, belum dampaknya terhadap ekonomi, pendidikan dan ketahanan nasional, sebab itu jika tidak ada terobosan program dari menteri-menteri Jokowi, maka Covid-19 ini akan memberikan kenangan buruk bagi periode akhir pemerintahan Jokowi.

Jokowi tak ingin bayangan buruk itu terjadi. Alhasil, pada sejumlah kesempatan, dia seolah memberikan isyarat kepada menteri-menteri di “Kabinet Indonesia Maju” yang dibentuknya pada 19 Oktober 2019, bahwa siapa yang tak beres mengurusi pandemi ini, maka akan di-reshuffle. Meski pihak Istana  mengonfirmasi wacana ini tidak benar adanya, namun sejumlah politisi di DPR punya pandangan berbeda. Politik adalah kenyataan yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun pesan atau makna mendalam di balik tindakan dan ungkapan itulah yang sesungguhnya dapat dikatakan sebagai fakta politik.

Praktis, unggahan video yang menunjukkan kekesalan Jokowi terhadap para menterinya tersebut disambut juga oleh sejumlah lembaga survei politik, seperti halnya Charta Politika dan Indikator Politik. Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Charta Politika, sebanyak 73,1 persen atau 2 ribu responden setuju Jokowi melakukan reshuffle. Sementara itu, riset Indikator Politik juga menunjukkan hal yang demikian. Sebanyak 64,8 persen atau 1.200 responden yang setuju presiden segera melakukan kocok ulang kabinetnya.    

Dari beberapa riset yang mengemuka belakangan ini, terdapat sejumlah menteri yang menjadi sorotan dalam arus reshuffle, di antaranya yaitu Mendikbud Nadiem Makarim, Menkes Terawan Agus Putranto, Menkumham Yasonna Laoly, Menaker Ida Fauziyah, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menag Fachrul Razi.

Sebab itu, dalam edisi perdana Majalah Cara Pandang ini, kami ingin mengulas secara lebih komprehensif terkait reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Edisi ini berupaya untuk memperkaya data dan isu, serta memberukan cara pandang yang baru tentang seberapa pentingnya wacana reshuffle ini untuk disuarakan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Edisi Oktober 2020
Majalah Carapandang, klik di sini

Majalah Cara Pandang menerima kiriman artikel opini dan rubrik-rubrik lainnya, tak terkecuali rubrik bahasa. Panjang tulisan mencapai 1.000-1.200 kata, spasi satu, times new roman, disertai pas foto terbaru, nama lembaga/institusi, alamat email dan kontak person.


TERPOPULER

RAGAM