Suplai USG Ke Seluruh Puskesmas, Wamenkes Tegaskan Biaya Pengecekan Ditanggung BPJS

SHARE

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menjelaskan tentang USG (istimewa)

CARAPANDANG.COM - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengemukakan pemanfaatan alat ultrasonografi atau USG bagi ibu hamil di seluruh puskesmas di Tanah Air sebagai kemajuan teknologi di bidang pelayanan kesehatan.

"Puskesmas bukan lagi pelayanan untuk generik, kita sudah advance. Kita mengembangkan strategi transformasi kesehatan, salah satunya pelayanan primer berbasis teknologi. Akan jadi maju selangkah ke depan bertahap," kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers peringatan Hari Ibu 2021 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Dante mengatakan peringatan Hari Ibu 2021 yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum yang tepat dalam mendistribusikan alat ultrasonografi portabel ke seluruh puskesmas di Indonesia.

"Kita bagikan kepada 447 puskesmas di Indonesia tahun ini. Tahun depan mudah-mudahan ada sekitar 4.180 alat lagi yang kita juga bagikan ke puskesmas," katanya.

Dante mengatakan alat tersebut akan menggantikan metode konvensional diagnosa janin dalam perut ibu hamil, salah satunya penggunaan alat kayu yang pernah digunakan bidan untuk mendeteksi gerakan janin.

"Zaman dulu bidan melakukan layanan menggunakan alat mendengar gerakan bayi dari kayu, sekarang sudah dengan teknologi," katanya.

Dante mengatakan pertumbuhan janin yang terhambat bisa dideteksi dengan menggunakan alat ultrasonografi sehingga tenaga kesehatan bisa melakukan identifikasi serta melakukan intervensi gizi kepada ibu dengan masalah janin.

"Pemeriksaan kehamilan yang semula dilakukan empat kali selama hamil, dinaikkan enan kali pada saat hamil. dua di antaranya harus pemeriksaan dokter," katanya.

Dengan pemeriksaan dokter serta kolaborasi dengan bidan, kata Dante, maka akan bisa dideteksi kelainan persalinan yang mungkin terjadi pada saat hamil.

Dante mencontohkan, apabila terdapat plasenta letak rendah kondisi itu akan membawa indikasi persalinan dengan pendarahan yang lebih banyak. "Ini hanya bisa dideteksi dengan menggunakan alat ultrasonografi," katanya.

Dante berharap bantuan alat tersebut dapat menekan angka kematian ibu melahirkan yang saat ini berkisar 308 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup dari sekitar 5 juta kehamilan di Indonesia.

"Sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengamanatkan angka tersebut harus bisa ditekan menjadi 185 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2024," katanya.

Halaman :


TERPOPULER

RAGAM