UI Memperkenalkan Ragam Inovasi dari Berbagai Fakultas

SHARE

UI

CARAPANDANG -  Universitas Indonesia (UI) memperkenalkan berbagai inovasi dan kolaborasi yang dilakukan para sivitas akademika dari berbagai fakultas yang ada di kampus tersebut.

Dekan FMIPA, Dede Djuhana, Ph.D., dalam keterangannya, Sabtu menyebutkan pihaknya memperkenalkan dunia kesehatan Indonesia lewat Telemedicine with Data Science and AI based Application.

"Produk ini dikembangkan untuk mendeteksi berbagai penyakit melalui mata manusia," katanya.

Modul yang dikembangkan merupakan salah satu bagian dari ATM-Sehat yang merupakan kerja sama DSC, MIT USA, AI Center DIKTI, UI Advisory, UMG-Idealab, Samsung R&D Institute Indonesia, RSUI, Global Risk Management (GRM), IMERI FKUI, dan RSCM. Proyek ini dilaksanakan selama lima tahun ke depan melalui berbagai bidang terkait penelitian. 

Selain itu, masih banyak produk inovatif di UI yang diarahkan guna menjawab tantangan di era pandemi COVID-19. Misalnya memperkenalkan portal SICOVID untuk menggambarkan data sebaran pasien positif terkait detail (basis desa/kelurahan) untuk Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan. Portal ini berisi beberapa peta tematik yang meliputi peta zona rawan penyebaran, jangkauan RS rujukan beserta data kapasitasnya, monitoring polusi NO2 sebagai indikator PSBB, serta hasil analisis riset dan analisis COVID-19 Hospital Impact Model for Epidemics (CHIME).

Sementara itu, untuk mendeteksi penderita COVID-19, Fasilkom UI berkolaborasi dengan FK UI menciptakan Covid-19 Detection From X-Ray, CT-Scan, and Clinical Data.

Menurut Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Fasilkom UI, Adila Alfa Krisnadhi, aplikasi berbasis mobile app ini dapat mendeteksi COVID-19 dengan luaran CT Image. Untuk menangani pasien COVID-19, tiga inovator dari FT UI (Dr. Basari, S.T., Dr. Ir. Tomy Abuzairi, dan Dr.-Ing. Ridho Irwansyah) menciptakan Oksigenku IoT (Internet of Things) dan Centri-Flo.

Oksigenku IoT merupakan konsentrator oksigen yang dapat menyesuaikan saturasi oksigen pasien secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi IoT. Desain alat ini dibuat sederhana agar mudah dipindahkan. Keunggulan yang dimiliki oksigen IoT, yaitu harga lebih murah, pengaturan secara otomatis, output oksigen hingga 95 persen dengan flow hingga 3 liter/menit, serta kuat dan tidak mudah rusak.

Adapun Centri-Flo merupakan alat terapi pernapasan yang memanfaatkan campuran udara dan oksigen dengan konsentrasi tinggi yang dialirkan dengan kecepatan hingga 60 liter/menit. Alat ini berbentuk portable, mudah digunakan, komponennya disposable, cost effective, serta dilengkapi smart temperature control dan dual mode operation.

Inovasi juga dikembangkan di bidang sosial dan humaniora. Menurut Adila Alfa, Fasilkom UI menciptakan beberapa platform yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Ecotoo merupakan platform penggalangan dana (crowfunding) untuk penanaman pohon dan penghitungan emisi karbon.

Notarius.id merupakan platform yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan kerja para notaris. AISCO adalah platform pembangkit aplikasi website otomatis untuk organisasi sosial. Sementara itu, KIBI (Sistem Komunikasi Bahasa Isyarat SIBI) dapat dimanfaatkan untuk membantu komunikasi bahasa isyarat bagi komunitas tuli dan tunawicara.

Dekan Fakultas Farmasi UI (FFUI), Prof. Dr. Ary Yanuar, M.Si., menyampaikan, ada tiga produk inovasi riset FFUI. Dengan memanfaatkan buah belimbing, daun mangkokan, jahe, dan secang, FFUI membuat produk Belimbing Island, Tingali Hair Growth, dan Cae-Zing (minuman botanical).

Belimbing Island merupakan personal care yang dibuat dari ekstrak buah belimbing khas Depok. Belimbing dipilih banyak mengandung anti oksidan. Sementara itu, daun mangkokan yang secara tradisional dimanfaatkan untuk perawatan rambut digunakan untuk membuat produk hair tonic bernama Tingali Hair Growth.

Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D, memaparkan inovasi yang dirancang Unit Kerja Khusus (UKK) FEB UI. FEB akan mengembangkan pendidikan online berbasis metaverse. Pelajar dapat membangun ruang belajar tempat mereka berkolaborasi, belajar bersama, dan bersosialisasi. Dengan menggunakan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), pelajar dapat berpartisipasi dalam simulasi dan permainan seolah-olah mereka ada secara fisik.

"Ini tentu saja dapat menjadi kontribusi untuk bidang pendidikan di era globalisasi yang semakin maju," katanya. 



Tags
SHARE

TERPOPULER

RAGAM