Virgil Abloh, Desainer Jenius Dibalik Off-White Dan LV Itu Meninggal Dunia

SHARE

Virgil Abloh sang Master Mind (istimewa)

CARAPANDANG.COM - Virgil Abloh, desainer Amerika keturunan imigran Ghana yang merupakan master mind di balik suksesnya koleksi pakaian pria Louis Vuitto (LV) tutup usia di umur 41 tahun pada Minggu (28/11).

Desainer kulit hitam yang kondang itu meninggal setelah dua tahun berjuang melawan kanker langka, demikian Reuters dikutip Senin (29/11/2021).

Selain menjadi seorang desainer, Abloh juga bekerja sebagai DJ dan visual artist. Dia lantas bergabung menjadi artistic director koleksi pakaian pria LV sejak Maret 2018.

Abloh juga pendiri label streetwear mewah asal Italia Off-White di mana LVMH membeli 60 persen sahamnya awal tahun ini.

Dia juga pernah menjadi partner kolaborator dari rapper dan fashion designer, Ye, yang dulu dikenal dengan nama Kanye West.

"Virgil bukan hanya seorang desainer jenius, seorang visioner, dia juga seorang pria dengan jiwa yang indah dan kebijaksanaan yang luar biasa," kata Bernard Arnault, bos miliarder pemilik Luis Vuitton, dalam sebuah pernyataan pada Minggu.

Lahir pada tahun 1980 di dekat Chicago, Abloh dan saudara perempuannya dibesarkan di Rockford, Illinois. Menurut profil majalah Vogue 2018, ibunya Eunice Abloh, seorang penjahit, mengajarinya dasar-dasar ketrampilan menjahit saat dia masih muda.

Setelah lulus dari University of Wisconsin-Madison, ia menyelesaikan gelar master dalam arsitektur dari Illinois Institute of Technology.

Pada usia 22 tahun, Abloh bertemu Ye. Abloh dan Ye lantas magang di Fendi di Roma, dan membuat putaran di Paris Fashion Week. Pada 2010, Abloh bekerja sebagai direktur kreatif untuk agensi kreatif Ye, Donda. Dia juga mendesain sampul album untuk "Yeezus" dan "My Beautiful Dark Twisted Fantasy" milik Ye.

Kedatangannya di LVMH pada tahun 2018 menandai penggabungan antara streetwear dan fesyen kelas atas, memadukan sepatu kets dan celana kamuflase dengan setelan jas dan gaun malam yang disesuaikan. Pengaruhnya termasuk seni grafiti, hip hop dan budaya skateboard.

Gayanya itu disukai karena berusaha untuk menghembuskan kehidupan baru ke beberapa label dan menarik pelanggan yang lebih muda.

Halaman :


TERPOPULER

RAGAM