Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mencabut peringatan dini tsunami yang sempat berlaku pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026).
Pencabutan status tersebut diumumkan BMKG setelah pemantauan alat ukur muka air laut menunjukkan kondisi kembali stabil. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan peringatan dini berakhir pada pukul 09.56 Wita.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7,6 dinyatakan telah berakhir. Pengumuman ini sangat penting agar tim petugas gabungan bisa masuk ke lokasi-lokasi terdampak," ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta.
Sebelum peringatan dicabut, BMKG mencatat gelombang tsunami telah terdeteksi di beberapa wilayah pesisir. Ketinggian tertinggi tercatat 0,75 meter di Minahasa Utara pada pukul 06.18 WIB.
Berikut data ketinggian tsunami di sejumlah titik berdasarkan pemantauan BMKG:
· Minahasa Utara: 0,75 meter (06.18 WIB)
· Belang: 0,68 meter (06.36 WIB)
· Sidangoli: 0,35 meter (06.16 WIB)
· Halmahera Barat: 0,30 meter (06.08 WIB)
· Bitung: 0,20 meter (06.15 WIB)
Gempa utama terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan episenter di koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung dengan kedalaman 33 kilometer.