Evaluasi menunjukkan masih banyak warga miskin yang belum menerima bantuan, sementara kelompok yang relatif mampu justru masih tercatat sebagai penerima.
Penyaluran ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Lebih lanjut, Arsad mengungkapkan bahwa pada tahun ini Kemenag juga akan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) khusus sebagai dasar hukum pelaksanaan sidang Isbat.
Untuk mendukung program, Kementerian Sosial juga menyiapkan penguatan layanan pendampingan melalui tenaga caregiver dan perawat terlatih secara bertahap.
Optimisme ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdasarkan hasil proyeksi neraca pangan dan evaluasi lapangan bersama para pemangku kepentingan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene, menyatakan bahwa sosialisasi akan dimulai dalam bulan ini, dengan pendaftaran menyusul tidak lama setelahnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana, yang ditargetkan selesai secara bertahap pada tahun 2026.
Keterlibatan mahasiswa dari universitas negeri, swasta, politeknik, serta institusi kesehatan menunjukkan pendekatan multidisipliner dalam pemulihan bencana.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan setidaknya enam calon petugas batal berangkat setelah pemeriksaan kesehatan (MCU) menemukan kondisi kritis, seperti penyakit jantung yang memerlukan pemasangan ring.