Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong pada Jumat (10/7) mengatakan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan, sehingga dirinya mendesak diakhirinya konflik menyusul serangan terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan potensi angin kencang, hujan lebat, banjir, dan tanah longsor seiring mendekatnya badai ini ke Kepulauan Sakishima, Okinawa, pada Jumat (10/7/2026) dan Sabtu (11/7/2026)
Korea Selatan menaikkan status siaga gelombang panas ke tingkat "peringatan" di separuh wilayah negara tersebut pada Jumat, menyusul prediksi cuaca panas ekstrem yang akan bertahan sepanjang akhir pekan.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengatakan bahwa kelompok tersebut akan tetap "berada di lapangan" untuk menghadapi Israel, dan menolak perjanjian kerangka kerja yang ditengahi AS antara Lebanon dan Israel.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengkritisi kembalinya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah terjadi bentrokan militer, yang mendorong Presiden AS Donald Trump untuk menyatakan gencatan senjata dengan Teheran "berakhir
Sekitar 65 orang tewas dan hingga 170 lainnya luka-luka selama 10 hari pertama gencatan senjata Lebanon-Israel, dengan antara 180 dan 230 pelanggaran Israel tercatat
Kesepakatan gencatan senjata tidak lagi memiliki arti setelah pecahnya kembali aksi saling serang yang dipicu serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran melayangkan protes keras setelah Amerika Serikat (AS) mencabut izin sementara untuk ekspor minyak Iran. Teheran menilai langkah tersebut melanggar kesepakatan yang sudah dibuat dan menegaskan siap mengambil tindakan demi menjaga kepentingan serta keamanan nasionalnya
Para pejabat mengatakan bahwa orang-orang bersenjata berat menyerang area Babri di Urak pada Minggu (5/7) malam waktu setempat. Warga setempat melakukan perlawanan sehingga memicu baku tembak.