Rusia melalui mantan Presiden Dmitry Medvedev mengecam serangan AS dan Israel, menyebutnya sebagai agresi dan mengatakan bahwa negosiasi selama ini hanya kedok belaka.
Dalam sebuah pernyataan video berdurasi delapan menit yang diunggah di platform media sosial Truth Social, Trump mengumumkan dimulainya operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Kamrava menegaskan bahwa kondisi saat ini adalah, Trump telah memojokkan dirinya sendiri. Kamrava juga melihat situasi setahun terakhir, dimana Trump tidak dapat menolak semua hal yang di minta oleh Israel.
CNN melaporkan bahwa tiga pejabat AS mengonfirmasi Amerika Serikat sedang melancarkan serangan terhadap Iran, dengan seorang pejabat menggambarkannya sebagai "bukan serangan kecil".
Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, mengumumkan bahwa seluruh wilayah udara negara ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.