Staf medis di Iran menggambarkan rumah sakit kewalahan menerima pasien yang tewas dan terluka.
BBC Persia berhasil memverifikasi bahwa 70 jenazah dibawa ke Rumah Sakit Poursina di kota Rasht pada 9 Januari.
Unjuk rasa, yang bermula pada 28 Desember akibat keluhan ekonomi, telah berkembang menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun, dengan seruan untuk mengakhiri Republik Islam dan kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin tertinggi Iran menyebut para pengunjuk rasa sebagai "pembuat onar", sementara Presiden AS Donald Trump mengancam akan campur tangan.
Iran sendiri menuduh para pemrotes didukung oleh AS dan Israel. Gelombang protes ini merupakan yang paling luas sejak pemberontakan pada 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini.