Namun, ketika kebiasaan tersebut berubah menjadi overthinking, energi mental yang dikeluarkan bisa menjadi jauh lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. Kamu mungkin menghabiskan banyak waktu membayangkan berbagai skenario, memikirkan kemungkinan terburuk, atau mengulang situasi yang sama berkali-kali di dalam pikiran meski belum tentu benar-benar terjadi.
Akibatnya, pikiran menjadi lebih mudah lelah dan sulit merasa tenang. Alih-alih membantu menyelesaikan masalah, overthinking justru dapat membuat seseorang merasa cemas, kewalahan, dan kesulitan fokus pada hal-hal yang benar-benar bisa dilakukan saat ini. Karena itu, penting untuk membedakan antara mempersiapkan diri secara sehat dan terus-menerus memikirkan hal yang berada di luar kendali.
2. Berusaha menyenangkan semua orang
Keinginan untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain merupakan hal yang wajar dan dapat membantu membangun lingkungan sosial yang sehat. Bersikap peduli, membantu ketika diperlukan, serta mempertimbangkan perasaan orang lain merupakan bagian penting dalam menjalin hubungan yang baik.
Namun, masalah bisa muncul ketika kamu merasa harus selalu memenuhi harapan semua orang. Keinginan untuk menghindari konflik, mengecewakan orang lain, atau mendapatkan penerimaan sering membuat seseorang sulit mengatakan tidak, bahkan ketika dirinya sendiri sudah merasa lelah atau keberatan.