CARAPANDANG - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur canggih milik Amerika Serikat di wilayah selatan Pulau Qeshm, Selat Hormuz, Kamis (2/4/2026).
Klaim ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan keras terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Pernyataan IRGC yang disiarkan media lokal Iran menyebutkan sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan melumpuhkan pesawat tersebut saat melintas, dan pesawat jatuh ke perairan Teluk Persia.
Televisi pemerintah Iran bahkan menayangkan cuplikan video yang diklaim sebagai momen pesawat terkena serangan.
Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) langsung membantah keras klaim tersebut.
"Semua pesawat tempur AS terhitung aman. IRGC Iran telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali," tulis CENTCOM di platform X.
"Pasukan AS telah menerbangkan lebih dari 8.000 misi tempur selama Operation Epic Fury. Tidak ada pesawat tempur AS yang ditembak jatuh oleh Iran," demikian pernyataan CENTCOM sebelumnya terkait klaim serupa.