Menurut badan intelijen Korea Selatan (Korsel), Korut diperkirakan mengerahkan hingga 15 ribu prajurit untuk membantu Rusia. Sekitar dua ribu di antaranya tewas dalam pertempuran.
Pada Agustus 2025, Pyongyang turut mengirim sekitar 1.000 insinyur militer ke kota Kursk di Rusia barat. Mereka ditugaskan membantu militer Rusia membersihkan ranjau yang ditanam selama pertempuran dengan pasukan Ukraina.
Korut dan Rusia menandatangani kemitraan strategis komprehensif pada 2024. Hal tersebut menjanjikan dukungan militer timbal balik jika salah satu dari mereka diserang oleh pihak ketiga.