Beranda Umum Kualitas Udara di Jakarta Pada Rabu Pagi Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara di Jakarta Pada Rabu Pagi Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas udara di Jakarta berdasarkan laman IQAir pada Rabu pagi masuk kategori tidak sehat, seiring kembalinya aktivitas warga DKI Jakarta pascalibur Lebaran 2026.

0
istimewa

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299, artinya kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius terhadap populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama pada Rabu, yaitu Chiang Mai (Thailand) dengan angka 203, lalu Shang Hai (China) di urutan ketiga dengan angka 158, urutan keempat ditempati Kolkata (India) dengan angka 153, dan urutan kelima diduduki Yangon (Myanmar) dengan angka 142.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respon cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, Pemprov DKI juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Pemprov DKI, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here