“Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” kata Yassierli.
Menaker Yassierli juga menegaskan bahwa Kemnaker akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program Magang Nasional agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan program magang merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.
Ia menambahkan, program ini juga mendorong pengembangan kemampuan nonteknis seperti komunikasi, disiplin, dan profesionalisme sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sebagai informasi, pelepasan peserta Magang Nasional Tahap II secara nasional rencananya dilaksanakan pada 26 Mei 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.