“Jadi teman-teman yang paling penting, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga yang cukup, supaya imun sistemnya bagus, jadi ini bisa dilawan. Tidak mematikan seperti COVID atau TBC atau penyakit-penyakit penularan,” ucapnya.
Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) dilaporkan terjadi di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh US CDC pada Agustus 2025 dan telah ditemukan di sekitar 80 negara.
Di kawasan Asia, sejumlah negara juga melaporkan temuan subclade K sejak Juli 2025, termasuk China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski demikian, tren kasus influenza di kawasan ini tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI dr Prima Yosephine menegaskan subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul masih serupa dengan flu musiman.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (31/12/2025).