CARAPANDANG - Muhammadiyah mendorong adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya tetap sejalan dengan target strategis nasional.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M. Nurul Yamin dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menyebut berbagai dinamika dan kritik yang muncul belakangan ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat sistem manajemen program di lapangan.
"Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Berbagai kritik harus dijadikan momentum berbenah untuk memperkuat sistem pengelolaan," kata Nurul Yamin.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi masyarakat prasejahtera bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi standar, yakni keamanan pangan yang mencakup aspek halal, thayyib, dan aman, tata kelola yang profesional, serta pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Muhammadiyah juga menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dengan menggerakkan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.