CARAPANDANG - Tanaman herbal kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dinilai memiliki potensi manfaat kesehatan, terutama dalam membantu menjaga fungsi ginjal dan saluran kemih.
Sejumlah penelitian ilmiah dan lembaga kesehatan menyebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat diuretik, antiinflamasi, serta antioksidan, meski penggunaannya tetap perlu disertai kehati-hatian dan pengawasan medis.
Berdasarkan publikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, kumis kucing termasuk tanaman obat yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia, khususnya untuk membantu melancarkan buang air kecil dan menjaga kesehatan saluran kemih.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Journal of Ethnopharmacology menunjukkan bahwa ekstrak kumis kucing mengandung senyawa aktif seperti sinensetin, eupatorin, flavonoid, dan asam rosmarinat, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Efek diuretiknya membantu meningkatkan volume urine, sehingga berpotensi membantu proses pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh.
Sementara itu, riset yang dipublikasikan dalam Phytomedicine melaporkan bahwa kumis kucing berpotensi membantu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal dengan cara meningkatkan ekskresi ion tertentu dalam urine, meskipun bukti klinis pada manusia masih terus dikembangkan.