Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai harga minyak dunia masih berpotensi naik hingga ke level 130 dolar AS per barel
Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran baru akan terjadinya inflasi global yang berkepanjangan dan ancaman stagflasi, terutama setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih lemah dari perkiraan.
Ia menyebut fundamental ekonomi Indonesia yang resilien, ditandai dengan pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level All Time High 9.133,87, menjadi indikasi aliran modal asing yang positif.