CARAPANDANG.COM- Sedikitnya tujuh orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam dua ledakan beruntun yang menargetkan kendaraan pribadi di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, pada Sabtu (20/6) pagi waktu setempat, menurut sejumlah sumber kepolisian.
Insiden pertama terjadi sekitar pukul 05.20 waktu setempat (07.20 WIB) di Distrik Bannu, di mana sebuah kendaraan terkena ledakan yang dikendalikan dari jarak jauh, kata sumber-sumber tersebut kepada Xinhua dengan syarat anonimitas.
"Saat evakuasi dan pengangkutan korban luka ke rumah sakit, terjadi ledakan kedua dalam radius 1 kilometer dari lokasi ledakan pertama," tambah para sumber tersebut.
Tim penyelamat kemudian membawa jenazah dan korban luka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, kata otoritas setempat.
Pasukan keamanan dan aparat penegak hukum menutup area tersebut untuk mengumpulkan bukti dan melakukan penyelidikan.
Para sumber mengatakan semua korban tewas dan luka berasal dari suku Hathi Khel, yang anggotanya merupakan bagian dari komite perdamaian lokal yang dibentuk untuk melawan pengaruh para militan dari kelompok terlarang Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) yang beroperasi di area tersebut.
Meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, sumber-sumber kepolisian tidak mengesampingkan kemungkinan para korban menjadi sasaran karena keterlibatan mereka dalam upaya antimilitansi.
Pihak berwenang telah meluncurkan operasi pencarian dan melakukan penyisiran menyeluruh di area tersebut di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan masih adanya perangkat peledak lainnya.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan berjanji untuk menyeret para pelaku ke meja hijau.