Beranda Flash Rilis Iran Sebut AS Kirim Poin-Poin "yang Telah Direvisi" Meski Tolak Proposal Perdamaian

Iran Sebut AS Kirim Poin-Poin "yang Telah Direvisi" Meski Tolak Proposal Perdamaian

0

CARAPANDANG.COM- Kendati secara terbuka menolak proposal perdamaian 14 poin dari Teheran, Amerika Serikat (AS) mengirimkan serangkaian poin "yang telah direvisi" dan pertimbangan kepada Iran melalui Pakistan, ungkap Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Senin (18/5).

Berbicara dalam konferensi pers mingguan, Baghaei menyampaikan bahwa perundingan antara kedua pihak masih berlangsung.

"Setelah Iran mengirim rencana (usulan) berisi 14 poin (kepada AS melalui Pakistan), pihak AS menyampaikan pertimbangannya. Kami juga menyampaikan pertimbangan kami sebagai balasannya. Meski pihak Amerika mengumumkan secara terbuka bahwa rencana tersebut ditolak, dari Pakistan kami menerima serangkaian poin yang telah direvisi dan pertimbangan berdasarkan sudut pandang mereka (pihak Amerika)," tutur Baghaei.

Baghaei menekankan bahwa Iran tentu saja tidak akan bernegosiasi atau berkompromi terkait haknya. Dia menyebutkan bahwa hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium telah diakui di bawah Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty) dan tidak perlu diakui oleh pihak-pihak lainnya.

Perihal Selat Hormuz, Baghaei menyampaikan Iran selalu berupaya keras untuk memastikan keamanan lalu lintas maritim yang melewati jalur air itu dan terus menekankan perlunya jaminan keamanan pelayaran melalui selat tersebut.

Mengingat bahwa Selat Hormuz terletak di wilayah perairan Iran dan Oman, kedua negara pesisir tersebut menganggap diri mereka berkewajiban untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan lalu lintas yang aman bagi semua negara, imbuh Baghaei.

Dia menyalahkan upaya "pelanggaran hukum" yang dilakukan oleh AS dan Israel atas situasi Selat Hormuz saat ini, seraya mengatakan serangan mereka terhadap Iran telah menyebabkan Iran menerapkan serangkaian langkah berdasarkan hukum internasional untuk mempertahankan kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas wilayahnya.

Baghaei mengatakan Iran sedang menjalin kontak dengan Oman dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengembangkan sebuah mekanisme guna memastikan keamanan lalu lintas di Selat Hormuz sekaligus melindungi kedaulatan dan keamanan negara-negara pesisir.

Iran dan AS telah beberapa kali bertukar rencana yang menguraikan syarat-syarat penyelesaian konflik melalui Pakistan dalam beberapa pekan terakhir, menyusul gencatan senjata pada April yang mengakhiri pertempuran 40-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here