Beranda Flash Rilis Trump Isyaratkan Kendali Bersama AS-Iran atas Selat Hormuz

Trump Isyaratkan Kendali Bersama AS-Iran atas Selat Hormuz

0

CARAPANDANG.COM- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (23/3) mengatakan Washington telah mencapai "poin-poin kesepakatan penting" dengan Iran dalam pembicaraan akhir pekan yang berlangsung hingga larut malam pada Minggu (22/3), serta mengisyaratkan bahwa Selat Hormuz dapat "dikendalikan bersama."

"Kita lihat ke mana arahnya," kata Trump kepada wartawan di bandara di West Palm Beach, tempat dirinya menghabiskan akhir pekan, seraya menambahkan bahwa utusannya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner turut bergabung dalam negosiasi tersebut.

Trump mengeklaim Iran memulai pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa jika perundingan berjalan lancar, perang AS-Israel dengan Iran akan berakhir dan Selat Hormuz dapat "segera dibuka kembali."

Ketika ditanya apakah Iran masih akan mampu mengendalikan jalur air penting tersebut, Trump menjawab bahwa jalur air itu akan "dikendalikan bersama."

Namun, Trump menolak menyebutkan identitas negosiator Iran yang terlibat dalam diskusi dengan AS, hanya mengatakan bahwa Washington sedang berbicara dengan "orang penting" dari Iran, tetapi bukan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Menurut laporan media AS dan Israel, Witkoff dan Kushner sedang bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, sementara kantor berita Iran, Tasnim News Agency, membantah laporan tersebut.

Trump juga mengisyaratkan bahwa akan ada "bentuk perubahan rezim yang sangat serius" di dalam Iran.

"Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita sedang berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat rasional, sangat solid," katanya.

Sebelumnya pada Senin itu, Trump mengatakan kepada media AS bahwa AS "sangat bertekad untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," seraya mengeklaim bahwa Iran juga sangat ingin mencapai kesepakatan.

Dia juga menulis di media sosial bahwa AS dan Iran telah menggelar pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" selama dua hari terakhir dan mengumumkan penundaan serangan AS yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran.

Iran membantah adanya pembicaraan tersebut, menggambarkan langkah Trump sebagai upaya untuk menurunkan harga energi dan "mengulur waktu" untuk rencana militernya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here