Dua orang dapat menekuni usaha yang sama, tetapi memperoleh hasil berbeda karena membawa bekal yang berbeda sejak awal. Ada yang mendapat dukungan keluarga, koneksi pekerjaan, atau kesempatan pendidikan yang lebih luas. Ada pula yang harus membagi waktu antara bekerja, membantu orangtua, dan mengurus kebutuhan pribadi.
Perbedaan kondisi ini sering tidak terlihat dari luar. Banyak orang hanya membandingkan hasil akhirnya tanpa melihat jalan yang ditempuh masing-masing. Ketika faktor tersebut diabaikan, seseorang mudah menganggap dirinya kurang berusaha, padahal tantangan yang dihadapi memang lebih banyak.
3. Terlalu banyak energi habis untuk hal yang tidak terlihat
Kerja keras tidak selalu menghasilkan sesuatu yang langsung bisa ditunjukkan. Ada waktu yang habis untuk perjalanan menuju tempat kerja, mengurus administrasi, menjaga anggota keluarga, atau menyelesaikan masalah sehari-hari yang tidak pernah masuk daftar pencapaian. Padahal semua itu tetap menguras tenaga dan perhatian.
Seseorang yang bekerja delapan jam lalu menempuh perjalanan pulang-pergi tiga jam tentu memiliki ruang berbeda dibanding orang yang bekerja dari rumah. Kondisi seperti ini sering membuat target terasa lambat tercapai. Bukan karena kurang serius, melainkan karena sebagian energi sudah digunakan untuk hal-hal yang jarang diperhitungkan.
4. Ekspektasi dibentuk dari cerita sukses yang sudah dipilih