Beranda Umum Amarah dan Paku

Amarah dan Paku

Ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantung paku dan mengatakan padanya untuk menancapkan satu paku di pagar kayu belakang rumah mereka setiap kali ia marah. Baru satu hari saja paku yang tertancap sudah berjumlah 50 buah.

0
Amarah bisa dikelola dengan menjaga lisan dan kesabaran

CARAPANDANG.COM - Pada Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi  kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantung paku dan mengatakan padanya untuk menancapkan satu paku di pagar kayu belakang rumah mereka setiap kali ia marah. Baru satu hari saja paku yang tertancap sudah berjumlah 50 buah. Selama beberapa hari berselang paku itu kian bertambah jumlahnya dan ia tak menyadari hal itu.

Suatu hari menjelang senja, ia ke belakang rumahnya dan menghitung jumlah paku yang sudah tertanam di pagar kayu. Wowww! Ia tertegun sejenak. Kenapa jumlahnya banyak sekali ya? tanyanya dalam hati.

Begitulah seterusnya hingga puluhan paku telah menancap di sebuah batang kayu yang terlihat kekar tersebut. Seiring bertambahnya jumlah paku yang ditancapkan, sang anak merasa metode ini tak lagi efektif. Semakin hari emosinya semakin sulit dikendalikan. Datanglah ia kepada ayahnya, "ayah, buat apa kau selalu menyuruhku memaku kayu bila emosiku tak bisa diredakan?" tanyanya. Sang ayah pun menggandeng tangannya menuju batang kayu yang sudah penuh paku. "Coba, cabut semua paku-paku yang sudah kamu tancapkan itu." Anak pun menurut, di dalam benaknya, ayah akan menyuruh menancapkan paku-paku itu kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here