CARAPANDANG - Dokter spesialis THT mengingatkan bahwa anak-anak memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap penyakit radang amandel atau tonsilitis dibandingkan orang dewasa.
Hal ini terutama disebabkan daya tahan tubuh yang masih berkembang dan faktor infeksi yang mudah menyebar di saluran pernapasan atas.
“Tonsilitis paling sering disebabkan infeksi virus dan bakteri. Pada anak-anak, daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa, sehingga lebih mudah terserang,” jelas dr. Richa Endah Prawesti dari Poli THT RSUD Ratu Aji Putri Botung mengutip Jurnal Borneo, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, saluran pernapasan atas yang meliputi hidung, tenggorokan, hingga paru-paru saling terhubung.
Infeksi di satu bagian, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang sering dialami anak, dapat dengan mudah menjalar ke amandel.
Faktor lain yang turut berperan adalah kesehatan gigi. Infeksi pada gigi berlubang (karies) dapat menjadi sumber bakteri yang menyebar ke tenggorokan dan memicu peradangan amandel.
“Karies pada gigi anak juga bisa memengaruhi amandel. Bakterinya dapat ikut menginfeksi,” tambah dr. Richa.
Kombinasi antara daya tahan tubuh yang sedang menurun dan kebersihan mulut yang kurang terjaga semakin meningkatkan risiko tonsilitis pada anak.
Dokter Richa mengimbau orang tua untuk menjaga pola makan dan kebersihan mulut anak, serta segera memeriksakan anak ke dokter jika gejala radang amandel muncul berulang.