BYD belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Daftar "perusahaan militer China" milik Pentagon yang diperbarui setiap tahun kini mencakup 188 perusahaan, naik dari 130an perusahaan pada 2025, melansir NBC.
Perusahaan yang masuk daftar tersebut, termasuk entitas yang berada di bawah kendali mereka, akan dilarang mengikuti kontrak pertahanan AS berdasarkan aturan yang mulai berlaku akhir bulan ini.
Pentagon mendefinisikan "perusahaan militer China" sebagai entitas yang dimiliki atau dikendalikan militer China, atau yang berkontribusi pada strategi "fusi militer-sipil" China, yaitu kebijakan Beijing yang menggabungkan riset dan inovasi sipil dengan sektor pertahanan.
Perusahaan juga harus memiliki sebagian operasinya di Amerika Serikat agar dapat masuk dalam daftar tersebut.
Dalam daftar terbarunya, Pentagon menyebut Alibaba, BYD, dan Baidu mendukung pengembangan militer China melalui afiliasi mereka dengan State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.
Anggota Kongres dari Partai Republik John Moolenaar yang memimpin Komite DPR AS mengatakan daftar terbaru itu menjadi peringatan terkait perusahaan-perusahaan China yang dinilai bekerja bertentangan dengan kepentingan nasional AS.