Duke Energy juga menyatakan kekhawatiran bahwa mereka mungkin tidak memiliki kapasitas pembangkitan listrik yang memadai akibat pembatasan dalam izin lingkungan dan berbagai kendala operasional lainnya.
Gelombang panas ini diprediksi akan membentang dari South Carolina hingga Maine hingga Jumat (12/6).
Dampaknya sudah terlihat dari lonjakan harga listrik real-time pada jaringan yang dioperasikan PJM Interconnection LLC, yang mencakup Distrik Columbia dan 13 negara bagian dari Illinois hingga New Jersey.
Harga listrik melonjak di atas USD 1.300 per megawatt-jam pada Kamis (11/6) malam di tengah tingkat kelembapan yang tinggi dan cuaca panas di kawasan Mid-Atlantic.
Sementara itu, operator jaringan listrik New York (NYISO) menyatakan tengah bersiap mengaktifkan program respons darurat permintaan listrik, dan operator jaringan listrik New England menetapkan status 'kondisi tidak normal' ketika indeks panas mendekati 100 derajat Fahrenheit di kawasan tersebut.
Status darurat kelistrikan ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan darurat yang kerap dikeluarkan pemerintahan Trump.
Sejak awal masa jabatannya, Presiden Trump telah mendeklarasikan darurat energi nasional dan Menteri Energi Chris Wright beberapa kali mengeluarkan perintah serupa untuk menjaga stabilitas jaringan listrik di berbagai wilayah AS, termasuk saat badai musim dingin melanda Texas dan New England pada awal tahun.