Setiap muslim yang memahami ajaran agamanya tidak akan berobsesi untuk meraih sesuatu tanpa melakukan upaya dan usaha. Selanjutnya, ia akan memperhatikan faktor-faktor penyebab untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Tawakkal yang sesungguhnya berupa amal, aktivitas, dan harapan yang disertai dengan ketenteraman hati dan ketenangan jiwa. Ia meyakini sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah Swt. pasti akan terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.
Allah Swt. tidak mengabaikan dan menyia-nyiakan setiap manusia yang berbuat kebajikan. Seorang muslim meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini mengikuti sunnatullah. Berdasarkan hal itulah, ia harus mengikutinya. Dengan demikian, keinginan untuk meraih sesuatu harus diarahkan agar mengikuti dan memenuhi persyaratan sebagaimana mestinya. Semua itu berjalan berdasarkan hukum sebab dan akibat.
Seorang muslim memahami bahwa faktor penyebab bukan merupakan jaminan mutlak bagi kesuksesan yang didambakannya. Sesungguhnya, faktor penyebab tersebut merupakan aktivitas yang diperintahkan oleh Allah Swt. untuk diikuti dan dijalani. Oleh karena itu, setelah berusaha secara maksimal dan bersungguh-sungguh, ia memasrahkannya kepada takdir Allah Swt. Sesungguhnya, segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, dan segala yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.