"Kami yakin akan lebih ke batas atas," tegasnya.
Selain itu, laju inflasi diperkirakan terjangkar pada sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen, defisit transaksi berjalan tetap rendah, serta cadangan devisa yang memadai.
Ketiga, kebijakan pemerintah terkait ekspor sumber daya alam (SDA) dinilai akan memperkuat pasokan devisa dalam negeri.
Perry menyoroti penerapan sistem ekspor satu pintu melalui pendirian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta implementasi Peraturan Pemerintah Devisa Hasil Ekspor (PP DHE) SDA yang baru.
"Kebijakan-kebijakan ini kami yakini berdampak besar, tidak hanya memperbesar penerimaan negara untuk pembiayaan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan devisa, meningkatkan cadangan devisa, dan mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah," jelas Perry.
Keempat, BI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi seluruh instrumen bauran kebijakan.
Langkah ini mencakup intervensi di pasar spot maupun transaksi forward, baik di dalam maupun luar negeri.
BI juga akan memastikan kecukupan likuiditas perbankan serta pendalaman pasar uang dan pasar valas agar mampu mengakomodasi masuknya aliran dana asing secara optimal.
Kelima, penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Perry menyatakan BI akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi.