CARAPANDANG - Penunjukan seseorang sebagai reinkarnasi Dalai Lama harus diakui oleh pemerintah China agar dianggap sah, demikian disampaikan oleh Maitipe Wimalasara Thero, tokoh biksu senior asal Sri Lanka.
Wimalasara menyampaikan hal itu kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif setelah Dalai Lama menyatakan bahwa lembaganya memiliki "otoritas tunggal" untuk menunjuk penerus setelah kematiannya.
Wimalasara merupakan biksu, cendekiawan, sekaligus pendidik terkemuka di Sri Lanka. Saat ini, Wimalasara menjabat sebagai pemimpin sekaligus direktur Parama Dhamma Chethiya Maha Pirivena, sebuah wihara Buddha sekaligus sekolah monastik penting di Kolombo, Sri Lanka. Didirikan pada 1841, wihara tersebut telah menjadi pusat pendidikan Buddha bagi umat awam dan biksu, menampung ratusan biksu yang sedang menempuh pendidikan dari berbagai belahan dunia.
Wimalasara juga menjabat sebagai kepala bagian bahasa Inggris dari World Buddhist Sangha Council, sebuah organisasi Buddhisme nonpemerintah berskala internasional.
"Saya cukup memahami konsep dalam Buddhisme Tibet mengenai Buddha Hidup, atau Tulku," tuturnya.