“Kita tidak boleh pesimis. Sebagai pemuda, kita harus optimistis. Masa depan harus dibangun dengan kolaborasi, semangat persatuan, dan keyakinan bahwa kita mampu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia,” katanya.
Ia lebih lanjut menekankan, nilai-nilai Islam sejatinya mengajarkan perdamaian, penghormatan terhadap kemanusiaan, serta kepatuhan terhadap aturan dan keadilan.
Oleh karena itu, pemuda muslim perlu mengambil peran lebih besar dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian di tengah berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah kawasan dunia.
Bagi dia, IMYF 2026 tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah membangun jejaring strategis antarpemuda muslim lintas negara.
Melalui forum tersebut, lanjutnya, diharapkan lahir berbagai gagasan dan kerja sama yang dapat bermanfaat bagi masyarakat global.
Selain itu, ia mengatakan semangat dan berbagai pemikiran yang berkembang dalam IMYF 2026 menjadi masukan berharga bagi BKSAP DPR, terutama untuk menghadiri Sidang Parliamentary Union of the OIC Member States di Azerbaijan dalam waktu dekat.
Syahrul berharap semangat yang terbangun dalam IMYF 2026 tidak berhenti pada penyelenggaraan forum semata, melainkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berbagai bentuk kolaborasi dan aksi nyata.
“Mudah-mudahan semangat ini terus berlanjut dan menjadi energi bagi pemuda muslim dunia untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera,” kata dia.