Beranda Sains & Teknologi Blood Moon Akan Hiasi Langit Indonesia Sore Ini

Blood Moon Akan Hiasi Langit Indonesia Sore Ini

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi akibat dinamika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis sejajar, sehingga Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

0
Ilustrasi

"Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Fase totalitas saat bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra bumi berlangsung selama 59 menit 27 detik," ujar Nelly di Jakarta.

Saat puncak gerhana nanti, Bulan akan tampak berwarna kemerahan atau Blood Moon. Warna merah ini bukan karena Bulan benar-benar berubah warna, melainkan akibat proses hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering) di atmosfer Bumi.

"Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan bulan. Inilah yang menyebabkan bulan tampak kemerahan," jelas Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab mengutip Antaranews.

Pakar Astronomi dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, membenarkan bahwa fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia selama kondisi cuaca mendukung.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa visibilitas pengamatan berbeda di tiap wilayah :

· Indonesia bagian Timur: Memiliki peluang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana sejak Bulan terbit.

· Indonesia bagian Barat: Bulan akan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak, sehingga masyarakat hanya bisa menyaksikan fase akhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here