Beranda Daerah BPBD Catat 8.764 Titik Panas Karhutla di Kalsel, 6.905 Hektare Lahan Terbakar

BPBD Catat 8.764 Titik Panas Karhutla di Kalsel, 6.905 Hektare Lahan Terbakar

Cuaca panas ekstrem menjadi faktor utama yang meningkatkan kerentanan kebakaran di wilayah tersebut.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat peningkatan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Hingga Jumat (21/8/2026), total kejadian karhutla mencapai 1.651 kasus dengan jumlah titik panas atau hotspot sebanyak 8.764 titik.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa akumulasi luas lahan yang terbakar akibat kejadian ini mencapai 6.905 hektare.

Cuaca panas ekstrem menjadi faktor utama yang meningkatkan kerentanan kebakaran di wilayah tersebut.

"Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan jumlah kejadian dan luas terdampak terbesar," ujar Ronny.

Data menunjukkan Banjarbaru mencatat 342 kejadian dengan luas lahan terbakar 1.140 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Banjar merupakan wilayah dengan luasan terdampak terbesar secara keseluruhan, mencapai 1.496 hektare dari 302 kejadian.

Merespons meluasnya kebakaran, sebanyak tujuh kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Ketujuh daerah tersebut adalah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Penetapan status ini merupakan hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi untuk mempercepat respons penanganan di lapangan.

BPBD Kalsel telah merencanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk mempercepat pemadaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here