Usut punya usut, pasien tersebut adalah seorang ibu yang baru saja melahirkan dengan bantuan paraji atau dukun beranak. Ketika bayi sudah dilahirkan dengan selamat, paraji masih harus mengeluarkan ari-arinya.
Alih-alih menunggu ari-ari tersebut keluar, paraji itu memilih untuk menarik plasenta yang masih menempel dengan rahim.
dr Gia tak tunggu waktu lama. Ia menghubungi dokter obgyn atau dokter kandungan dan menceritakan kondisi pasien. Dokter kandungan sepakat untuk mengadakan operasi darurat saat itu juga.
Ketika tubuh pasien mulai dibuka, terlihat darah di perutnya menggenang akibat dari rahim copot tersebut. Dokter Gia dan dokter kandungan berupaya keras untuk mencari pusat pendarahan dan menjepitnya.
Setelah berhasil menjepit semua pembuluh darah yang bocor, masalah lainnya muncul karena diketahui jika usus pasien juga robek. Karena hal itu, dokter Gia dan dokter kandungan meminta dokter bedah untuk ikut dalam operasi. Akhirnya operasinya berlangsung dengan baik . setelan cukup beristirahat beberapa lama, Ibu tersebut bisa kembali pulang ke keluarganya.