Di sisi lain, Juventus mencoba merespons melalui Lois Openda, namun usahanya masih mampu digagalkan oleh kiper Como, Jean Butez. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, berusaha menambah daya gedor dengan memasukkan Francisco Conceicao. Masuknya Conceicao sempat memberikan sedikit warna baru, namun lini pertahanan Juventus kembali lengah.
Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-61. Berawal dari sepak pojok Juventus yang kurang baik, Como melancarkan serangan balik cepat. Maximo Perrone membawa bola hingga ke sisi lapangan sebelum melihat Lucas Da Cunha yang berlari bebas di kotak penalti.
Dengan tenang, Da Cunha mengirimkan umpan silang mendatar yang langsung disambar oleh Maxence Caqueret dari jarak dekat untuk mencetak gol keduanya. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Como.
Tertinggal dua gol, Juventus mencoba bangkit. Teun Koopmeiners hampir memperkecil kedudukan lewat sundulan, namun bola masih melenceng tipis di samping gawang.
Pada menit ke-84, tendangan bebas Koopmeiners bahkan membentur tiang gawang, dan sundulan Jonathan David dari bola rebound juga melambung di atas mistar.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Como.
Kekalahan ini merupakan kekalahan kandang pertama Juventus di Serie A sejak Maret 2025.
Lebih buruk lagi, ini adalah kali keempat dalam lima pertandingan kompetitif terakhir yang berakhir dengan kekalahan bagi Si Nyonya Tua.