Beranda Internasional CPJ : Israel Bertanggung Jawab atas Dua Pertiga dari 129 Jurnalis yang Tewas pada 2025

CPJ : Israel Bertanggung Jawab atas Dua Pertiga dari 129 Jurnalis yang Tewas pada 2025

Laporan tahunan yang berbasis di New York ini menandai tahun kedua berturut-turut rekor kematian jurnalis terpecahkan, sekaligus tahun kedua di mana Israel disebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

0
Para jurnalis yang tewas (The Guardians)

CPJ mencatat bahwa lebih dari tiga perempat dari total kematian jurnalis pada 2025 terjadi di zona konflik . Selain di Gaza, jurnalis juga menjadi korban di wilayah konflik lain seperti Ukraina, Sudan, dan Yaman.

Laporan tersebut secara spesifik menyoroti tindakan Israel. Dalam sebuah pernyataan, CPJ menyebut apa yang dilakukan Israel sebagai bentuk pengabaian yang tak tertandingi terhadap nyawa jurnalis dan hukum internasional yang seharusnya melindungi mereka.

"Israel telah mengubah paradigma dengan penargetan jurnalis yang disengaja dan melanggar hukum," tulis CPJ.

Dari 129 kematian tersebut, CPJ mengklasifikasikan 47 kasus sebagai pembunuhan yang ditargetkan secara sengaja. Dari jumlah itu, Israel disebut bertanggung jawab atas 81 persennya.

CPJ memperkirakan angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi mengingat terbatasnya akses internasional ke Gaza dan hancurnya infrastruktur komunikasi di wilayah tersebut, sehingga proses verifikasi menjadi sangat sulit.

Salah satu serangan paling mematikan tercatat terjadi di Yaman pada September 2025, ketika jet tempur Israel mengebom dua kantor media di Sanaa, menewaskan 31 jurnalis dan pekerja media.

CPJ mencatat ini sebagai serangan paling mematikan kedua terhadap jurnalis dalam sejarah pencatatan mereka.

Di Gaza sendiri, serangan "double-tap" di Rumah Sakit Nasser pada Agustus 2025 menewaskan lima jurnalis, termasuk kontributor Associated Press, Mariam Abu Dagga, dan jurnalis Reuters, Hossam al-Masri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here