Di sisi lain, ketertarikan sebagian keluarga Indonesia terhadap pendidikan tinggi di China tidak otomatis berkurang. Lily mengatakan bahwa dia tetap ingin anaknya menempuh pendidikan di China karena melihat perkembangan negara tersebut dan kualitas sejumlah universitasnya.
"Saya sangat ingin anak-anak berkuliah di China karena melihat kemajuan dan perkembangan China yang luar biasa," ujarnya.

"Kalau memang kuliah di China sesuatu yang harus dicapai, tentunya CSCA bukan hambatan besar, tetapi tantangan yang harus dilalui," tuturnya.
Bagi calon mahasiswa Indonesia, kehadiran CSCA menunjukkan bahwa persiapan kuliah ke China perlu dilakukan dengan lebih terencana. Selain menyiapkan dokumen pendaftaran dan kemampuan bahasa, mereka perlu mempelajari persyaratan akademik masing-masing universitas, memilih mata ujian yang sesuai, serta menyusun jadwal belajar sejak dini.
Menurut Lily, CSCA lebih tepat dilihat sebagai tantangan baru yang perlu dipersiapkan, bukan sebagai penghalang. Dengan semakin terbukanya informasi mengenai CSCA, pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi sarjana ke China diharapkan dapat lebih memahami proses seleksi baru tersebut.
Bagi sebagian keluarga, persyaratan ini memang menambah tahapan dalam proses aplikasi.
Namun, bagi mereka yang sudah menetapkan China sebagai tujuan studi, CSCA juga dapat menjadi bagian dari proses adaptasi sebelum memasuki dunia perkuliahan di negara tersebut.
