Pemeriksaan rutin terhadap sistem pendingin baterai, termasuk cairan pendingin (coolant) dan sensor suhu, juga menjadi hal penting untuk menjaga performa optimal.
Terkait kebiasaan pengisian daya, Yannes menekankan pentingnya menghindari pengisian hingga 100 persen setiap hari, terutama dalam kondisi cuaca panas.
Ia juga mengingatkan agar pengguna tidak melakukan pengisian cepat DC ketika baterai masih panas setelah digunakan atau saat siang hari dengan suhu puncak.
“Pengisian daya sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih rendah. Jika memungkinkan, gunakan pengisian Level 2 dan batasi fast charging hingga 80 persen saja. Ini penting untuk mencegah panas tambahan yang dapat mempercepat penuaan baterai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yannes menjelaskan bahwa sebagian besar kendaraan listrik modern telah dilengkapi sistem manajemen termal (thermal management system/TMS) berbasis pendingin cair (liquid cooling) yang mampu menjaga suhu baterai tetap optimal di kisaran 20 hingga 40 derajat Celsius.
Sistem ini bahkan dapat bekerja pada suhu lingkungan di atas 40 derajat Celsius dengan mengaktifkan pompa dan kipas secara otomatis. Meski demikian, ia menilai sistem tersebut bukan tanpa keterbatasan.
“Pada kondisi ekstrem, TMS tetap mengonsumsi energi tambahan yang bisa mengurangi jarak tempuh sekitar 5 sampai 10 persen. Karena itu, pengguna tetap perlu melakukan langkah perawatan tambahan,” katanya.