Sebagai hewan dengan kemampuan ekolokasi, tidak mengherankan jika pendengaran lumba-lumba berada di tingkatan yang berbeda dengan manusia. Dilansir Polo Park Hearing, korteks pendengaran lumba-lumba 10 kali lebih besar dari manusia dewasa. Akibatnya, lumba-lumba bisa mendengar suara di frekuensi 20-160 kHz. Di sisi lain manusia hanya bisa mendengar di frekuensi 0,02-20 kHz.
Saking tinggi kemampuannya, bahkan ia digadang-gadang sebagai hewan dengan pendengaran terbaik. Menariknya, hewan ini tidak memiliki daun telinga seperti manusia. Sebaliknya ia punya gendang telinga eksternal yang berbentuk lubang kecil di belakang kepala. Andalkan pendengarannya lumba-lumba bisa berenang tanpa perlu melihat dengan hanya mengandalkan pendengaran.
Mau secerdas apapun manusia, kamu tak boleh congkak dan sombong. Di alam liar masih banyak hewan yang jauh lebih unggul dari manusia. Semua kelebihan tersebut tak hanya adaptasi dan alat untuk bertahan hidup, tapi juga menunjukan keadilan yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa. Hewan memang tidak bisa membuat mesin, tapi mereka dianugerahi keunggulan yang manusia sekalipun tak memilikinya.