Dasco mengatakan MoU tersebut juga mencakup pengembangan sistem pembayaran QRIS lintas batas antara Indonesia dan China sehingga transaksi pelaku usaha kedua negara dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui sistem pembayaran digital yang terhubung.
"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia yang seluruhnya telah terhubung," ujarnya.
Menurut Dasco, kerja sama antara Bank Indonesia dan People's Bank of China tersebut akan semakin mendorong pemanfaatan skema LCT dalam transaksi perdagangan kedua negara sehingga mengurangi kebutuhan penggunaan dolar AS sebagai mata uang perantara.
Ia menyebut nilai perdagangan Indonesia dan China pada 2025 mencapai sekitar 155,5 miliar dolar AS sehingga perlu didukung oleh sistem transaksi yang lebih efisien dan penggunaan mata uang lokal yang lebih luas.
"Ini merupakan upaya yang sangat serius untuk mengurangi kebutuhan penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan, termasuk melalui penerapan QRIS lintas batas antara Indonesia dan China. Langkah ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah," kata Dasco.